Ketahui 5 Hal Ini Sebelum Ajukan Pinjaman Pertamamu

Ketahui 5 Hal Ini Sebelum Ajukan Pinjaman Pertamamu

Jika kita ingin mendapatkan pinjaman cepat cair untuk pertama kali. Ada cara yang mudah dan mulus yang penting untuk diketahui.

Pada dasarnya lembaga keuangan menjadikan beberapa hal berikut ini sebagai cara untuk mengukur fundamental keuangan seseorang.

Nah, apa saja sih fundamental keuangan tersebut yang akan menjadi

  1. Riwayat Pinjaman

Seseorang yang belum pernah meminjam sama sekali bisa saja tidak akan diberikan kemudahan mendapatkan pinjaman dibandingkan dengan orang yang sudah sering berutang.

Mengapa terjadi demikian? Karena riwayat pembayaran utang tersebut penting bagi lembaga keuangan atau bank. Semakin rajin debitur membayarkan angsuran atau utangnya tepat waktu, semakin besar kesempatan dia untuk mendapatkan pinjaman yang lebih besar.

Nah, jika kita ingin meminjam sejumlah uang dengan nilai yang cukup besar. Sebaiknya mulailah membangun credit score terlebih dahulu. Caranya dengan meminjam pinjaman dengan jumlah kecil dalam jangka pendek.

Secara tidak langsung, hal tersebut akan menjadi catatan keuangan yang akan disimpan oleh lembaga keuangan dalam data base yang bisa diakses bersama secara legal. Istilah sederhananya adalah BI checking.

  1. Pendapatan atau Penghasilan Bulanan

Tidak ada lembaga keuangan yang akan memberikan pinjaman pada orang yang tak memiliki pendapatan. Tak peduli apakah dia punya pekerjaan atau tidak, selama memiliki penghasilan bulanan secara konstan dan dapat dibuktikan melalui mutasi rekening bank, tetap akan mendapatkan peluang mendapatkan pinjaman.

Nah, biasanya jumlah pinjaman akan disesuaikan dengan pendapatan bulanan. Jika kita punya gaji bulanan sekitar Rp10 juta, setidaknya kita akan mendapatkan pinjaman tiga kali lipatnya. Dengan catatan rasio angsuran perbulan tidak lebih dari 30 persen pendapatan.

  1. Kewajiban Bulanan

Benar memang bahwa pendapatan bulanan bukan satu-satunya tolak ukur apakah seseorang layak mendapatkan pinjaman atau tidak.

Jika gaji Rp10 juta tetapi tetap habis Rp9 juta per bulan, rasanya tidak akan mungkin berhasil untuk mendapatkan pinjaman dengan mudah. Logika sederhananya, kita dianggap tidak akan bisa membayar cicilan.

Jadi, catatan keuangan itu akan menjadi cermin dan penilaian layak atau tidaknya seseorang mendapatkan pinjaman dari bank maupun lembaga keuangan lainnya.

  1. Kepemilikan Aset

Pinjaman dengan jaminan jelas akan lebih mudah diberikan. Pasalnya aset tersebut dapat dijual kembali jika terjadi kredit macet atau tidak bisa melunasi pinjaman.

Aset bisa dikategorikan pada aset bergerak seperti kendaraan dan aset tidak bergerak seperti tanah atau bangunan. Pinjaman dengan jaminan aset bergerak contohnya dengan menggadaikan BPKB kendaraan.

  1. Referensi

Penilaian terakhir adalah referensi orang yang tidak tinggal serumah. Bahkan referensi dari bagian finance di kantor pun bisa dijadikan referensi ketika kita hendak mengajukan pinjaman KPR atau kredit kendaraan.

Nah, berbagai penilaian tersebut oleh fintech disederhanakan kembali sehingga bisa memberikan kesempatan lebih besar bagi masyarakat menengah.

Kredivo misalnya hanya memberikan tiga syarat bagi calon debitur, yaitu:

  • Berusia antara 18 sampai 60 tahun.
  • Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon.
  • Berpenghasilan minimal Rp 3.000.000 per bulan.

Selain bisa dimanfaatkan untuk mengajukan pinjaman cepat cair lewat aplikasi, Kredivo juga dapat digunakan sebagai kartu kredit untuk pembelanjaan secara online.

Bunga kredit Kredivo hanya 2,95% saja per bulan. Untuk pinjaman tetap dikenakan biaya administrasi sebagai pengganti jaminan atau angsuran sebesar 6%.

Tenor pinjaman mini hanya 30 hari sementara tenor pinjaman jumbo diberikan pilihan 3 atau 6 bulan. Download saja aplikasinya di Play Store maupun App Store dengan sangat mudah kemudian lakukan pendaftaran dan pengajuan pinjaman secara online.

shares