Strategi Promosi dan Pengembangan Wisata Danau Toba

Strategi Promosi dan Pengembangan Wisata Danau Toba

Indonesia memang terkenal dengan berbagai keindahan alam yang menjadi tempat wisata. Bagi kamu yang ingin melepas penat dari hiruk pikuk kehidupan kota, bisa mencoba destinasi wisata danau toba yang terletak di Sumatera Utara.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah mencanangkan danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas. Dengan terus menggali potensi danau Toba sebagai destinasi wisata, maka jumlah wisatawan yang masuk akan semakin meningkat.

Program Pengembangan Ekraf dan Wisata Danau Toba

Kemenparekraf telah mengapresiasi program pengembangan danau Toba oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba yang berkolaborasi dengan para stakeholders. Program pengembangan tersebut bertujuan agar masyarakat sekitar dan pelaku parekraf dapat menikmati manfaatnya.

Kamu bisa menikmati keindahan tempat wisata baru di danau Toba sekaligus mempelajari budaya dari 7 etnis di sekitar danau. Beberapa program untuk mengembangkan kegiatan parekraf danau Toba ialah sebagai berikut.

  • Workshop Ekonomi Kreatif Kriya Yang Berbasis Daur Ulang

Workshop tersebut menjadi salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan dan skill dalam bidang ekonomi kreatif kriya yang berbasis daur ulang. Workshop ini berlangsung sejak 6 Agustus hingga 6 Oktober 2021 di Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit Siborongborong, Tapanuli Utara.

  • Softlaunching Bobocabin Signature

Perpaduan alam dan teknologi mampu  menghasilkan suatu produk baru yang menarik wisatawan. Bobocabin signature ialah hotel yang bernuansa alam dengan konsep kemah modern ini mengadopsi Internet of Things (IoT) sehingga memberikan kemudahan dan kenyamanan pada wisatawan.

  • Vaksinasi Massal

Program vaksinasi masal sangat penting dalam meningkatkan immunitas masyarakat. Jika para pelaku parekraf danau Toba dan masyarakat sekitar, mereka dapat beraktifitas kembali dalam meningkatkan potensi wisata di danau Toba dan segera memulihkan perekonomian.

Mempopulerkan Danau Toba Melalui Strategi Promosi Storynomic Tourism

Digitalisasi dan pengembangan infrastruktur sangat penting dalam memajukan destinasi wisata super prioritas. Storynomic tourism adalah cerita rakyat atau legenda dari suatu tempat wisata. Storynomic tourism termasuk strategi promosi yang cukup innovatif dalam mempopulerkan danau Toba.

Dalam hal ini, legenda danau Toba yang sangat terkenal di tanah air dapat menjadi modal dalam mempromosikan danau Toba hingga ke seluruh dunia. Dengan mengutamakan narasi dari legenda danau Toba, maka makin banyak wisatawan luar yang tertarik untuk mengunjunginya.

Kepopuleran legenda terbentuknya danau Toba yang berisi kisah seorang pemuda bernama Toba dan ikan emas. Keunikan legenda ini mampu menambah daya tarik dalam mempromosikan danau Toba sebagai destinasi wisata super prioritas melalui storynomic tourism.

Asal Mula Danau Toba Menurut Legenda

Di sisi lain, legenda terbentuknya danau Toba juga cukup menarik perhatian para turis. Menurut cerita masyarakat, dulu ada seorang pemuda bernama Toba yang sedang memancing di sungai dan mendapat seekor ikan mas yang besar.

Rupanya ikan tersebut menjelma menjadi sosok perempuan cantik dan Toba memutuskan menikahinya. Perempuan tersebut memberikan syarat kepada Toba agar merahasiakan asal usulnya. Suatu hari, anak mereka yang bernama Samosir mengantarkan makanan untuk Toba di ladang.

Di tengah jalan, Samosir merasa lapar dan memutuskan untuk makan bekal tersebut. Ketika sampai di ladang, Samosir menceritakan kepada ayahnya bahwa ia telah memakan bekal tersebut sehingga Toba marah besar dan menyebut Samosir sebagai anak ikan.

Seketika itu, langit berubah menjadi gelap dan hujan deras turun selama berhari-hari. Akibat dari hujan terus-menerus, munculah sebuah danau yang bernama danau Toba dan pulau kecil di tengah yang kita kenal dengan nama pulau Samosir.

Terbentuknya Danau Toba Berdasarkan Sains

Danau Toba merupakan danau vulkanik yang terbesar di Asia Tenggara. Berdasarkan sains, danau Toba terbentuk karena adanya letusan yang sangat dahsyat dari gunung api purba. Proses vulkanik dan tektonik menyebabkan bagian tengah gunung ambles dan membentuk cekungan.

Gunung api purba tersebut termasuk gunung api supervolcano yang mampu memuntahkan magma sedikitnya 300km³ ketika meletus sekitar 74.000 tahun yang lalu. Letusan ini pun menyebabkan sebagian tanah terjungkit sehingga membentuk Pulau Samosir.

Ketika terjadi letusan dahsyat tersebut, gunung api Toba mengeluarkan 2800 km³ material vulkanik. Akibatnya populasi manusia sempat menyusut 60%. Namun, hasil letusan ini telah menjadi objek wisata yang indah di Sumatera dengan kedalaman lebar 30km dan panjang 100km.

Mengembangkan potensi danau Toba baik dari segi infrastruktur maupun promosi sangat penting agar semakin banyak wisatawan luar yang mengenal wisata danau Toba. Pengembangan parekraf danau Toba tentu bermanfaat bagi para pelaku parekraf dan masyarakat sekitar.

Mengenalkan wisata danau Toba ke seluruh dunia membutuhkan strategi promosi yang efektif dan pengembangan infrastruktur untuk menunjang pariwisata.